Mar 16, 2012

Matahariku

Aku bukan siapa-siapa tanpa mereka
Aku bukan aku yang sekarang tanpa belaiannya
Suara tangis kecilku, adalah kebahagian mereka yang tak terungkap
Hadir ku, harapan mereka untuk masa depanku
Tak ada kata dan sikap ku yang mampu membalas semuanya
Hanya syukur ku yang mampu kucapkan dalam sujud ku,
Aku bahagia, bisa menjadi penyempurna dalam kehidupan mereka
Bahagianya mereka adalah bahagianya aku
Papa Mama, terimakasih telah menjadi matahariku yang tak pernah lelah menyinari aku dalam gelapku

*untuk Papa Mama, Big Hug, salam sayang selalu*

"Tulisan ini diikutsertakan dalam Giveaway The Fairy and Me yang diselenggarakan oleh Nurmayanti Zain".


28 comments:

  1. met ngontes....

    ada capchai bakar jadi susah klo mau komen disini.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya kang, makasih yaa... doakan sayaa #halah

      Delete
  2. wah selamat ya semoga sukses ngontesnya

    ReplyDelete
  3. ^^ matahari yang tak pernah lelah menyinari bumi, seperti itulah kasih sayang orang tua kepada anaknya. Sungguh, sosok yang berharga :)

    ------------------
    terima kasih atas partisipasinya ya selvi!
    sudah terdaftar ^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak,

      kembali kasih mbak, tggl tunggu info pengumuman aja yaa :)

      Delete
  4. Tanpa mereka kita emang bukan apa2 :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. yup, tanpa mereka kita ngga akan merasakan indahnya dunia

      Delete
  5. Bersyukur karena engkau terlahir untuk melengkapi kebahagian mereka.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya, hanya syukur yang bisa kita panjatkan untuk semua pengorbanan yang telah ORTU kita berikan :)

      Delete
  6. selvi, pinter bikin puisi tuh. Ayo ikutan ngontes yang hadiahnya aduhai lho. Boleh ngirim beberapa puisi untuk di lombakan. Ayoooo....tak share ya. Btw makasih kunjungannya ke blog bunda. Semoga sukses dengan kontes puisi yang ini.

    ReplyDelete
    Replies
    1. hee :)
      ngontes dimana bunda? mau dong ikutan bunda.. mengasah kemampuan :)

      iya silahkan bunda.

      maksih kembali buat bunda

      Delete
  7. nah..kalo soal puisi sllu deh mbak selvi yg juaranya :)
    good luck buat GAnya yah mbak.. ^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. hee, kalau kamu cerpen juaranya, aku suka >>:)

      makasih ya niza, sukses juga buat kamu

      Delete
  8. big hug juga untuk mbok.. salam untuk mataharinya yaa :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. peluk balik buat dhe

      salam kembali dhe, kata matahari ku

      Delete
  9. Semoga kita tidak terjebak pada pemaknaan tanggal dan waktu sebagai momentum kita mengingat sesuatu. bukankah selama ini kita selalu memperlakukan tuhan dan orang tua kita sebagai istri simpanan yang selalu kita kesampingkan. kita datangi ketika mata kita berat berair menahan air mata dan tak sanggup menghadapi sesuatu sendiri.

    selamat mencintai orang tua kita. salam kenal dari saya yang masih baru dan newbie di dumay. kunjungi blogku juga ya.

    tulisannya bagus. aku suka

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mkasih :) zahra, atas kunjunganya :)

      salam kenal juga dari pulau sumatra

      Delete
  10. mmm...matahari kita tak jua lelah meski renta tlh membungkus usia.knjg blik jka brkenan

    ReplyDelete
  11. Dan aku selalu butuh kehadiran matahari itu =)

    ReplyDelete
    Replies
    1. yup, matahari yang tak pernah lelah dimakan usia..dan cintanya tak pernah berhenti hingga akhir hayat :)

      salam buat mataharinya u hee

      Delete

Ooopsss jejak kalian blum terditeksi,...
hayoo segera tinggalkan jejak kalian disini..... sebelum semuanya berakhir *_^